Selasa, 08 Desember 2015

Mukadimah

DAHSYATNYA SURAT AL-FATIHAH


Mukadimah, DAHSYATNYA SURAT AL=FATIHAH



Al-Fatihah sebagai mukadimah AlQuran memiliki keutamaan yang sangat banyak. 7 ayat yang berulang lang wajib dibaca minimal 17x  sehari semalam sebagai seorang Muslim, Sudah tentu itu dalam sholat wajib kita. Al-Fatihah memiliki kandungan yang sangat dalam melebihi dalamya samudra terdalam di dunia. Memiliki keluasan makna melebihi luasnya alam jagat raya. Segala intisari  tercakup di dalamnya;  ilmu aqidah, syariat, haqiqat, makrifat, mu’amalah,  ataupun akhlak .Dengan segala keterbatasan yang sangat terbatas saya coba menguak secuil makna dan menggali secercah kemulyaan dn keutamaan karunia dari Zat Yang Maha Agung yang menurut beberapa riwayat bahwa Surat AL-FATIHAH belum pernah diturunkan Allah kepada nabi-nabi sebelumnya. Berarti Surat Al-Fatihah khusus diperuntukkan kepada ummat akhir zaman yang menjadi pengayom seluruh ummat jagat raya, hingga hari kiamat.



 Suat Al-Fatihah juga dijuluki  dengan Ummul Kitab

 1.Ta'auz


Aku berselindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.

Sudah menjadi keniscayaan bagi akhlak seorang muslim  bilamana dia membaca Alquran maka dia disunahkan berta'auz  (berdoa memohon perlindungan) kepada Allah dari marabahaya syetan anytime; tiap detik, tiap kesempatan.  Dari segala penjuru; dari atas, dari bawah, dari depan maupun belakang. Dari segala situasi; dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan gembira maupun dukacita, dalam lapang maupun sempit. Pokoknya anytime, anywhere and any moment selalu digunakan syetan untuk menjermuskan dan menyesatkan ummat manusia. Hanya satu kondisi yang sangat sulit dimasuki syetan dalam pengakuannya di hadapan Allah.  Yaitu benar benar menjadi HAMBA ALLAH YANG IKHLAS ((Al-Hijr : 39-40) ). Maka supaya taauz kita berkualitas kita harus mengasah, melatih dan mengupayakan keikhlasan itu setiap saat, setiap waktu, setiap kesempatan dan kapan perlu ;
-di setiap detak jantung kita bergerak
-dan disetiap nafas kita berembus keluar masuk
- TIDAK ADA PILIHAN
-KEUCUALI BERJUANG KERAS SE IHKLAS MUNGKIN.


Maka kalau untuk membaca Alquran saja kita bertaauz,, yang mana syetan sudah mulai kecut dan jaga jarak,, apata lagi bila “membaca” dunia ini,, Bagaimana dengan melihat hasil kerja sepak terjang syetan yang nyata  di  mana-mana,, melihat kemungkaran,  membaca kabar permusuhan, menyaksikan di hadapan mata  kepala aurat diumbar bersilewaran, kerusakan dan malapetaka berjatuhan korban, kemusyrikan, permurtadan,  kelalaia, kemalasan, ketergantungan pada kekufuran. Sungguh kita sangat pantas bertaauz beribu-ribu kali sehari. NAUZUBILLAH TSUMMA NAUZUBILLAH MINASY YAITHA NIRRAJIM.  YA  AS-SYAMI’ …. YA AL-‘ALIIM.

Kepahaman, keihlasan dan  kekusukan kita dalam membaca taauz agaknya menjadi sangat penting dan berarti dalam langkah pembuka kita mendapatkan keutamaan dalam membaca untuk diri sendiri, meniatkan  nya sebagai do’a (sering disebut sebagai mengirimkan) kepada  orang lain. Al-Quran akan sangat bermanfaat dibaca dan dijadikan do'a,  baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia dalam tautan 'ilmu yang bermanfaat ataupun sebagai anak yang sholeh.
Setidaknya ketika kita membaca taauz.. dalam hati kita terucap pengakuan  yang dalam ; Ya Allah yang Maha Tahu, Ya Yang Maha melihat, Yang Maha Kuasa. Dengan taqdirmu aku terlempar ke dunia ini, dengan takdirmu juga aku disertai satu makhluk yang dianya leluasa melihat  memantau diriku setiap saat sementara aku tidak dapat melihatnya sama sekali. Tapi hasil kerja nya bena-benar nyata didalam diri kami, di lingkungan sekitar kami. Sungguh Benar dia syetan itu MUSUH YANG NYATA.. Perkelahian, kedurhakaan kepada kedua orang tua, pembunuhan, kerusakan, pemerasan, penipuan, kecurangan terpampang nyata di hadapan kami setiap hari. Sebagai korban tipu muslihat syetan. Hanya kepada Mu lah SATU SATUNYA TEMPAT BERSILINDUNG agar selamat dari marabahaya SYAITHANIRRAJIM beserta IBLIS LAKNATULLAH.

Sementara Demikian dulu tentang mukadimah Dahsyatnya Surat Al-Fatihah, ikuti posting berikutnya untuk ayat selanjutnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar