DAHSYATNYA SURAT AL-FATIHAH
Mukadimah, DAHSYATNYA SURAT AL=FATIHAH
Al-Fatihah
sebagai mukadimah AlQuran memiliki keutamaan yang sangat banyak. 7 ayat yang
berulang lang wajib dibaca minimal 17x sehari semalam sebagai seorang Muslim, Sudah tentu itu dalam sholat wajib kita. Al-Fatihah memiliki kandungan
yang sangat dalam melebihi dalamya samudra terdalam di dunia. Memiliki keluasan
makna melebihi luasnya alam jagat raya. Segala intisari tercakup di dalamnya; ilmu aqidah, syariat,
haqiqat, makrifat, mu’amalah, ataupun akhlak .Dengan segala
keterbatasan yang sangat terbatas saya coba menguak secuil makna dan menggali
secercah kemulyaan dn keutamaan karunia dari Zat Yang Maha Agung yang menurut
beberapa riwayat bahwa Surat AL-FATIHAH belum pernah diturunkan Allah kepada
nabi-nabi sebelumnya. Berarti Surat Al-Fatihah khusus diperuntukkan kepada ummat akhir
zaman yang menjadi pengayom seluruh ummat jagat raya, hingga hari kiamat.
Suat Al-Fatihah juga dijuluki dengan Ummul Kitab
1.Ta'auz
Aku berselindung kepada Allah dari godaan syetan yang
terkutuk.
Sudah menjadi keniscayaan bagi akhlak seorang muslim bilamana dia membaca Alquran maka dia disunahkan berta'auz (berdoa memohon perlindungan) kepada Allah dari marabahaya syetan anytime; tiap detik, tiap
kesempatan. Dari segala penjuru; dari atas, dari bawah, dari depan maupun belakang. Dari segala
situasi; dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan gembira maupun dukacita, dalam lapang maupun sempit. Pokoknya anytime, anywhere and any moment selalu digunakan syetan untuk menjermuskan dan menyesatkan
ummat manusia. Hanya satu kondisi yang sangat sulit dimasuki syetan dalam
pengakuannya di hadapan Allah. Yaitu
benar benar menjadi HAMBA ALLAH YANG IKHLAS ((Al-Hijr : 39-40) ). Maka supaya taauz kita
berkualitas kita harus mengasah, melatih dan mengupayakan keikhlasan itu setiap
saat, setiap waktu, setiap kesempatan dan kapan perlu ;
-di setiap detak jantung
kita bergerak
-dan disetiap nafas kita berembus keluar masuk
- TIDAK ADA PILIHAN
-KEUCUALI BERJUANG KERAS SE IHKLAS MUNGKIN.
-dan disetiap nafas kita berembus keluar masuk
- TIDAK ADA PILIHAN
-KEUCUALI BERJUANG KERAS SE IHKLAS MUNGKIN.
Maka kalau untuk membaca Alquran saja kita bertaauz,, yang
mana syetan sudah mulai kecut dan jaga jarak,, apata lagi bila “membaca” dunia
ini,, Bagaimana dengan melihat hasil kerja sepak terjang syetan yang nyata di mana-mana,,
melihat kemungkaran, membaca kabar
permusuhan, menyaksikan di hadapan mata
kepala aurat diumbar bersilewaran, kerusakan dan malapetaka berjatuhan
korban, kemusyrikan, permurtadan, kelalaia, kemalasan, ketergantungan pada
kekufuran. Sungguh kita sangat pantas bertaauz beribu-ribu kali sehari.
NAUZUBILLAH TSUMMA NAUZUBILLAH MINASY YAITHA NIRRAJIM. YA
AS-SYAMI’ …. YA AL-‘ALIIM.
Kepahaman, keihlasan dan
kekusukan kita dalam membaca taauz agaknya menjadi sangat penting dan
berarti dalam langkah pembuka kita mendapatkan keutamaan dalam membaca untuk
diri sendiri, meniatkan nya sebagai do’a
(sering disebut sebagai mengirimkan) kepada
orang lain. Al-Quran akan sangat bermanfaat dibaca dan dijadikan do'a, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia dalam tautan 'ilmu yang bermanfaat ataupun sebagai anak yang sholeh.
Setidaknya ketika kita membaca taauz.. dalam hati kita
terucap pengakuan yang dalam ;
Ya Allah yang Maha Tahu, Ya Yang Maha melihat, Yang Maha Kuasa. Dengan taqdirmu
aku terlempar ke dunia ini, dengan takdirmu juga aku disertai satu makhluk yang
dianya leluasa melihat memantau diriku
setiap saat sementara aku tidak dapat melihatnya sama sekali. Tapi hasil kerja
nya bena-benar nyata didalam diri kami, di lingkungan sekitar kami. Sungguh Benar dia syetan itu MUSUH YANG NYATA.. Perkelahian, kedurhakaan kepada kedua
orang tua, pembunuhan, kerusakan, pemerasan, penipuan, kecurangan terpampang nyata di hadapan kami setiap hari. Sebagai korban tipu muslihat syetan. Hanya kepada
Mu lah SATU SATUNYA TEMPAT BERSILINDUNG agar selamat dari marabahaya
SYAITHANIRRAJIM beserta IBLIS LAKNATULLAH.
Sementara Demikian dulu tentang mukadimah Dahsyatnya Surat Al-Fatihah, ikuti posting berikutnya untuk ayat selanjutnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar